5 Gejala Perubahan Iklim


 Gejala Perubahan Iklim

Gejala perubahan iklim  adalah peningkatan suhu global, cuaca ekstrem, mencairnya es kutub, dan kenaikan permukaan laut. Dampak  dari gejala perubahan iklim meliputi peningkatan konsentrasi gas rumah kaca, peningkatan suhu rata-rata bumi, kenaikan tinggi permukaan laut, berkurangnya salju yang menutup daratan, dan peningkatan curah hujan ekstrem.



Peningkatan Kosentrasi Gas Rumah kaca

Salah satu gejala utama perubahan iklim secara fisik adalah meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer Bumi. Gas rumah kaca seperti uap air (H₂O), karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen monoksida (N₂O) sebenarnya sudah ada secara alami dan berperan penting dalam menjaga suhu Bumi agar tetap hangat dan layak dihuni. Tanpa gas-gas ini, suhu rata-rata Bumi bisa berada di bawah titik beku.



Namun, aktivitas manusia sejak Revolusi Industri telah menyebabkan peningkatan signifikan jumlah gas rumah kaca, terutama karbon dioksida. Konsentrasi CO₂ di atmosfer meningkat hampir 50%, dari sekitar 280 ppm pada tahun 1750 menjadi sekitar 415 ppm pada tahun 2022. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak, dan gas, serta berkurangnya hutan yang berfungsi menyerap karbon dioksida.



Selain CO₂, gas lain seperti metana dan dinitrogen monoksida juga mengalami peningkatan. Metana banyak dihasilkan dari aktivitas industri energi, pembusukan limbah, serta peternakan, dan memiliki kemampuan menahan panas hingga 20 kali lebih kuat dibandingkan CO₂. Sementara itu, dinitrogen monoksida yang berasal dari pembakaran bahan bakar dan aktivitas pertanian bahkan mampu menahan panas hingga 300 kali lebih besar dari CO₂.



Peningkatan Suhu Rata-rata

Pemanasan global atau global warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata rata atmosfer,laut dan daratan bumi.suhu rata rata global pada permukaan bumi telah meningkat sebesar 0.74 derajat Celcius.hal ini meningkat sejak era pra-industri sekitar tahun 2005-2007.


Gejala perubahan iklim yang berkaitan dengan peningkatan suhu rata-rata Bumi (sering disebut pemanasan global) bisa dilihat dari beberapa tanda nyata berikut:


1.) Mencairnya es di kutub dan gletser

Es di wilayah Arktik dan Antarktika semakin menipis karena suhu yang terus naik.


2.) Kenaikan permukaan air laut

Air laut naik akibat mencairnya es dan pemuaian air karena panas, sehingga wilayah pesisir lebih rentan banjir.


3.) Cuaca ekstrem semakin sering

Contohnya gelombang panas, hujan lebat, badai, dan kekeringan yang terjadi lebih sering dan lebih intens.


4.) Perubahan pola musim

Musim hujan dan kemarau menjadi tidak menentu, yang berdampak pada pertanian.


Kenaikan Tinggi Permukaan Laut

Sejak tahun 1880, suhu bumi telah meningkat sekitar 1°C, di mana laut menyerap lebih dari 90% panas berlebih tersebut. Hal ini memicu dua mekanisme utama penyebab kenaikan permukaan laut:

 

1. Pemuaian Panas Air Laut

Air yang lebih hangat akan memuai atau volumenya membesar, sehingga menempati ruang yang lebih luas. Proses yang disebut thermal expansion ini menjadi penyebab utama kenaikan permukaan laut selama abad terakhir.


2. Mencairnya Lapisan Es dan Gletser

Suhu udara dan air laut yang meningkat membuat lapisan es di kutub, gletser pegunungan, hingga lapisan es besar seperti di Greenland dan Antartika mencair lebih cepat. Air lelehan ini mengalir ke lautan dan menambah volume air laut secara signifikan. Saat ini, pencairan es bahkan menjadi kontributor utama kenaikan permukaan laut global.

 

Selain itu, faktor lain adalah penurunan permukaan tanah (subsiden) akibat proses alami maupun aktivitas manusia seperti pengambilan air tanah, yang membuat posisi daratan menjadi lebih rendah sehingga seolah-olah air laut terlihat semakin naik. Meskipun di beberapa tempat daratan justru naik karena proses geologi, hal ini tidak cukup untuk mengimbangi laju kenaikan permukaan laut yang terus berlanjut.



Berkurangnya Salju yang Menutup Daratan

Berkurangnya salju yang menutup daratan tanda bahwa Bumi makin hangat dan sistem iklim sedang berubah. Hal ini merupakan fenomena global yang serius, terutama disebabkan oleh pemanasan global dan perubahan iklim. 

• Peningkatan suhu rata rata global yang menyebabkan pencairan salju lebih cepat dan berkurangnya curah salju

• ⁠Suhu global meningkat (pemanasan globab) hal ini menyebabkan salju dan es akan lebih cepat mencair.

• ⁠Penurunan Albedo hilangnya salju yang berwarna putih dan memantulkan sinar matahri menggantinya dengan daratan gelap (tanah/batuan) yang menyerap panas, yang menyebabkan mempercepat pemanasan lebih lanjut.

• ⁠Penyusutan Glester Tropis Salah satu contoh yang plaing ekstrim yang terjadi di Indonesia, di mana gletser abdi di Puncak Jaya, Papua diprediksi akan hilang total kemungkinan besar pada tahun 2026 akibat perubahan iklim dan El Nino.


Dampak terhadap Lingkungan & Ekosistem

• Gangguan Hewan&Tumbuhan. Banyak spesies yang hidup dibawah selimut salju. berkurangnya lapisan ini merusak habitan mereka dan mempersulit kemampuan hewan untuk berburu atau menghidari predator. Risiko bagi Spesies memaksa organisme untuk beradaptasi dengan realitas baru yang berpotensi menyebabkan kepunahan total.


Dampak pada kehidupan Manusia & Pasokan Air

• Kekurangan air. Mencairnya gletser dan berkurangnya salju mengurangi pasokan air tawar untuk sungai, irigasi pertanian, dan sumber air minum.

• ⁠Ancaman industri. mempengaruhi ekonomi khususnya industri ski dan pariwisata musim dingin.


Akibatnya:

1. Permukaan laut bisa naik karena es mencair

2. ⁠Ekosistem terganggu (hewan di daerah dingin kehilangan habitat)

3. ⁠Lapisan Salju di daratan makin tipis/hilang.


Peningkatan Curah Hujan Ekstrem

Peningkatan curah hujan ekstrem adalah kondisi ketika hujan turun dengan intensitas sangat tinggi dalam waktu singkat, dan kejadian ini semakin sering terjadi beberapa tahun terakhir.


Peningkatan curah hujan ekstrem dianggap sebagai gejala perubahan iklim karena ada hubungan langsung antara pemanasan global dan cara air bergerak di bumi (siklus air).

Ketika terjadi perubahan iklim, suhu rata-rata bumi meningkat. Kenaikan suhu ini membuat proses penguapan air dari laut, sungai, dan tanah menjadi lebih cepat dan lebih banyak. Akibatnya, jumlah uap air di atmosfer meningkat. Nah, uap air ini nantinya akan berubah menjadi awan dan akhirnya turun sebagai hujan. Karena jumlah uap airnya jauh lebih banyak dari kondisi normal, hujan yang dihasilkan juga menjadi lebih deras dan ekstrem.


Dampak: 

- Banjir 

Ketika hujan turun sangat deras dalam waktu singkat, tanah dan sistem drainase sering tidak mampu menampung air. Akibatnya, air langsung mengalir di permukaan dan menyebabkan banjir.

- Tanah longsor

Saat hujan terus-menerus turun, air akan meresap ke dalam tanah hingga tanah menjadi jenuh dan kehilangan kekuatannya. Di daerah perbukitan atau lereng, kondisi ini sangat berbahaya karena tanah bisa tiba-tiba runtuh.

- Kerusakan infrastruktur

Jalan bisa rusak atau berlubang karena tergerus air, jembatan bisa melemah bahkan putus, dan bangunan bisa rusak akibat terendam atau terkena arus air. Sistem listrik dan komunikasi juga bisa terganggu, misalnya karena gardu listrik terkena air atau kabel rusak.




Kelompok 1 X-3
•Irsyad Surya H
•Jasmine Azrina K
•Laya Wening A
•M. Akbar Faridiansyah
•M. Danish Hamizan
•Nayla Putri A
•Neysa Amira Z
• Reizan Muhammad I
•Revita Maharani

SMA NEGERI 25 BANDUNG
TA 2025/2026

Posting Komentar untuk "5 Gejala Perubahan Iklim"