Alat Sederhana : Energi Alternatif Kincir Angin Sebagai Penghasil Energi Listrik
LATAR BELAKANG
Kebutuhan Energi Listrik semakin meningkat, sedangkan sumber Energi Fosil semakin menipis. Oleh karena itu, diperlukan sumber Energi Alternatif yang ramah lingkungan, seperti Energi Angin. Melalui alat sederhana berupa kincir angin, energi angin dapat diubah menjadi energi listrik untuk menyalakan lampu.
TUJUAN
Tujuan kami membuat alat sederhana ini untuk mengetahui prinsip bekerja kincir angin, dan memahami perubahan energi angin menjadi energi listrik
DASAR TEORI
Kincir Angin bekerja berdasarkan perubahan energi:
•Energi Angin menjadi Energi Gerak (memutar baling-baling).
•Energi Gerak menjadi Energi Listrik (melalui dinamo/motor kecil).
•Energi Listrik menjadi Energi Cahaya (menyalakan lampu).
ALAT DAN BAHAN
•Dinamo/motor kecil
•Baling-baling (kipas kecil)
•Lampu LED
•Kabel
•Papan kayu/triplek (sebagai alas)
•Lem atau perekat
•Tiang penyangga (kayu/karton tebal)
•Saklar (opsional)
CARA MEMBUAT
1. Siapkan papan sebagai alas.
2. Pasang tiang untuk menopang dinamo dan lampu.
3. Pasang baling-baling pada dinamo.
4. Hubungkan dinamo ke lampu menggunakan kabel.
5. Pasang lampu pada tiang lainnya.
6. Pastikan semua sambungan kuat dan rapi.
7. Uji dengan meniup atau mengarahkan angin ke baling-baling.
Jika berfungsi, lampu akan menyala saat baling-baling berputar.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kelebihan:
•Ramah lingkungan
•Sumber energi terbarukan
•Biaya operasional rendah
•Mengurangi ketergantungan energi fosil
•Bisa digunakan di daerah terpencil
Kekurangan:
•Bergantung pada angin
•Biaya awal mahal
•Membutuhkan tempat luas
•Bisa menimbulkan kebisingan
KESIMPULAN
Kincir angin sederhana dapat menghasilkan energi listrik dari energi angin. Alat ini membuktikan bahwa energi alternatif dapat dimanfaatkan secara sederhana dan ramah lingkungan untuk menghasilkan listrik.
KELOMPOK 3
Anggota Kelompok:
• Bilal Sagara
• Neysa Amira Zayani
• Revita Maharani
• Satria Nur Hidayat
SMA NEGERI 25 BANDUNG
TA 2025/2026