Skip to main content

Berikut Aturan Angka Penting dan Notasi Ilmiah

Berikut Aturan Angka Penting dan Notasi Ilmiah

Semua angka dalam dalam kehidupan sehari-hari merupakan penting, apalagi jika yang dianggap adalah sebuah angka penting pada nilai uang. Akan tetapi berbeda dengan Fisika, karena yang dimaksud dengan angka penting adalah angka yang dapat diperoleh dari hasil pengukuran.

Artinya, jika seorang praktikan menyebutkan bahwa panjang meja di kelas 30 cm sedangkan ia tidak melakukan pengukuran dengan penggaris atau lainnya hanya baru prediksi atau berupa perumpamaan saja, maka disebut dalam Fisika itu bukan bagian dari angka penting.

Sebab dalam aturannya, yang dimaksud dengan angka penting adalah angka yang diperoleh dari hasil pengukuran dengan alat ukur tertentu. Artinya ada kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh seorang praktikan.

Berikut Aturan Angka Penting

Secara garis besar, bahwa angka penting ini adalah:

  • angka yang diperoleh dari hasil pengukuran
  • angka yang selain bukan angka nol
  • angka nol yang berada disebelah kanan angka bukan nol.

Dalam hal ini, yang dimaksud dengan angka yang bukan nol adalah angka nol yang berada disebelah kiri angka bukan nol, karena dalam aturan poin ketiga disebutkan bahwa angka yang bukan nol yang disebelah kanan adalah angka penting.

Untuk membedakan ada berapa angka penting dalam sebuah data adalah sebagai berikut.

  1. 23,2 (3 Angka Penting)
  2. 24,02 (4 AP)
  3. 0,025 (2 AP)
  4. 0,0002031 (4 AP)

Setelah kita ketahui materi singkat tentang angka penting, selanjutnya tentang penulisan notasi ilmiah. Notasi angka ilmiah ini perlu dipelajari karena seorang praktikan dapat mengubah angka yang sangat kecil atau besar menjadi sebuah notasi ilmiah yang mudah dibaca.

Notasi Ilmiah dan Contohnya

Sebenarnya penulisan notasi ilmiah sangat diperlukan oleh seorang praktikan jika menjumpai angka yang nilainya sangat besar atau sangat kecil, hal ini agar data atau nilai yang diperoleh dapat dimasukkan kedalam tapel pengamatan dan mudah untuk diolah.

Sebagai contoh seorang praktikan tidak mungkin memasukan data atau angka kecepatan cahaya dengan 300000000 m/s kedalam tabel atau begitupula dengan massa elektron yang sedang diam yaitu 0,000000000000000000000000000000911.

Maka angka-angka di atas jika dibuatkan dalam bentuk notasi ilmiah akan menjadi 3 x 108 m/s dan 9,11 x 10-31.

Oke, sangat jelas. Hal ini dengan penulisan notasi ilmiah seperti yang di atas sangatlah membantu seseorang praktikan dalam menyelesaikan olah data yang sangat kecil dan sangat besar.

Berbagi itu peduli:


Comment Policy:

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Untuk komentar out of topics silahkan masuk ke Forum Diskusi
Buka Komentar
Buka Komentar

Artikel Terkait


PrivacySitemap
©2024 SAINS 301